Permainan penutup. Disetiap harinya ku minta, bahwa kelanjutannya harus berbentuk kejutan yang indah. Tidak lewatnya penutup cerita, sedikitnya kuminta bahwa esok adalah Bahagia. Ku juga sudah pernah bilang, bahwa tuhan kita baiik sekali. Allah kabulkan semua harap dan mintaku persis tanpa kurang, bahkan Allah lebih mengetahui apa komposisi yang pas untuk mempercantik kenangan ini. Terkadang pertanyaan yang terlontar adalah, “kenapa baru sekarang?” Tapi tak jarang juga yang terdengar berupa, “kenapa bukan aku?” Datang dan pergi, jatuh dan bangkit, Tarik juga ulur, tentu semua karena rahasia juga belum terungkap ttg siapa aku di matanya. Lebih samar dari apapun. Ku akui klimaksnya selalu asik, tetapi tak bisa ku elak bahwa rasanya ini semua hanya permainan. Perasaanku yang mahal kamu anggap apa? Lelucon? Haha, lucu memang. Aku sendiri tidak jarang menertawakan diri sendiri. Tapi ada hal yang belum pernah kalian semua ketahui. Ttg kata terakhir yang begitu ber...
kita duduk bersama, dan bertukar cerita.