Ttg setiap rahasia.
Banyak sekali ‘mengapa’
yang hanya mampu mengawang di langit langit kaca.
Disetiap pelosok
rumah yang penuh dengan air mata, ttg rahasia yang tak akan pernah ada
akhirnya.
Seperti seorang teman
yang nangis dibalik bantalnya, juga beberapa ayah yang lelah dibalik ketukan
malamnya, adalah diri kita sendiri yang paling mengenali tempat itu.
Aku memanggil
diri ini dengan sebutan ira. Yang artinya ceria atau Bahagia jika dalam aksara
Indonesia.
Yang biasanya
mampu kubagi sesama, rasa rasanya harus kupendam secara seksama.
memeluk semua
yang terluka, tanpa mengharap sediktpun kehangatan yang sama akan kita Terima.
Untuk setiap
rahasia yang tersimpan, Terima kasih sudah mengizinkanku banyak bertanya tanpa
menerima jawabannya.
Dan untukmu,
Yang pernah
menjadi bagian dari pertanyaanku.
Tentang teman,
keluarga, dan yang tak kalah cerita cintanya.
Aku akan selalu
bersyukur karena tak pernah dibuat bahagia dengan “katanya”, juga tidak pernah
dibuat kecewa dengan “ternyata”.
Kalaupun aku
mengetahui suatu kenyataan, adalah karena ia tidak akan pernah lagi menjadi
bagian dari rahasia.

Comments
Post a Comment