Key Satu dua pintu, dengan kuncinya yang hijau berlumut atau tajam karena patah. Satu dua ruang, dengan kelabunya sesarangan, juga lubang menyeramkan seperti ada mata yang menyorot kearahku. Hari itu, aku mencoba memeriksa, barangkali ada lagi pintu lain yang masih bagus dan kokoh. Tak mesti indah, sekurangnya masih mampu untuk kubuka paksa. Berjalan jalan. Gelap. Dan tidak menemukan apapun. 2 jam, 3 jam, tetap tidak berhasil. ‘lelah ya’ batinku, sambil perlahan bersandar di dinding yang penuh dengan coretan abstrack. ... “rumah ini hancur sekali, apa kau tidak bertanya apa yang telah dilakukan oleh penghuninya?” tiba tiba seseorang mendekat kearahku, dengan pakaian seadanya, dengan raut wajah yang tak asing lagi dilihat mata. angkuh. “siapa kau? apa kau tinggal disini?” “tidak, tapi aku bisa dikatakan terjebak” “berarti kita sama sama terjebak?” “tidak, aku sudah mengetahui jalan keluarnya.. hanya saja aku masih harus tinggal disini, memastikan beberapa ta...
kita duduk bersama, dan bertukar cerita.