pukulanmu tidak sakit! Lingkaran ini, terkadang seperti segitiga bentuk mejanya. Alangkah setiap ujungnya yang runcing ditutupi, Masihlah ada sayat dari ujungnya yang tersembunyi. Kaki yang saling menginjak, biasanya dilakukan tanpa sengaja. Tapi sakit yang diselimuti senyuman dibalik kursi, yang selalunya diusaha. Pemimpin pusat bersuara, “akan kulindungi siapapun di meja ini” Hingga tipunya sendiri yang memukul bahwa kebohongan tidak harus diungkap secepat ini. Tidak ada kalimat yang terucap murni, kecuali “maaf, kali ini aku salah lagi” Telak dipukulnya? Tidak. Pukulanmu tidak sakit tuan. Ekspetasiku lebih sakit dari apapun yang pecah diatas meja itu.
kita duduk bersama, dan bertukar cerita.