pukulanmu tidak sakit!
Lingkaran
ini, terkadang seperti segitiga bentuk mejanya.
Alangkah
setiap ujungnya yang runcing ditutupi,
Masihlah
ada sayat dari ujungnya yang tersembunyi.
Kaki
yang saling menginjak, biasanya dilakukan tanpa sengaja.
Tapi
sakit yang diselimuti senyuman dibalik kursi, yang selalunya diusaha.
Pemimpin
pusat bersuara, “akan kulindungi siapapun di meja ini”
Hingga
tipunya sendiri yang memukul bahwa kebohongan tidak harus diungkap secepat ini.
Tidak
ada kalimat yang terucap murni, kecuali
“maaf,
kali ini aku salah lagi”
Telak
dipukulnya?
Tidak.
Pukulanmu tidak sakit tuan.
Ekspetasiku
lebih sakit dari apapun yang pecah diatas meja itu.

Comments
Post a Comment