Tanggung Jawab
Manusia memang tidak pernah tertulis kesempurnaannya.
Minimalnya, satu dua orang pernah
melihat dengan matanya sendiri betapa sulitnya untuk seseorang mengumpulkan serpihan
dirinya yang lain.
Ada yang memeluk, ada yang mengelus,
ada yang duduk disamping, dan ada juga yang mengetuk setiap pintu tangis.
Terkadang tangannya membantu kita
untuk bangkit lagi, terkadang kita hanya ditemani untuk bisa berdiri
sendiri, dan tidak terlewat mereka yang juga hanya mengatakan “masih sanggup kan?” lalu kemudian pergi.
Hari ini kita terjebak, esok
dibebaskan lagi. Lusa kita tenggelam, besoknya sampai di penghujung pantai lagi.
Kalau bukan begitu caranya,
bagaimana kita bisa paham?
Bahwa kebesaran seseorang bukan
karena ia ahli dalam menghindar, tetapi berpengalaman hebat dalam menghadapi.
Itu kan yang dinamakan pelatih handal?
Maka untuk siapapun itu, Terima kasii.

Comments
Post a Comment