Permainan penutup.
Disetiap harinya ku minta, bahwa kelanjutannya harus berbentuk
kejutan yang indah.
Tidak lewatnya penutup cerita, sedikitnya kuminta bahwa esok adalah
Bahagia.
Ku juga sudah pernah bilang, bahwa tuhan kita baiik sekali. Allah kabulkan
semua harap dan mintaku persis tanpa kurang, bahkan Allah lebih mengetahui apa
komposisi yang pas untuk mempercantik kenangan ini.
Terkadang pertanyaan yang terlontar adalah, “kenapa baru sekarang?”
Tapi tak jarang juga yang terdengar berupa, “kenapa bukan aku?”
Datang dan pergi, jatuh dan bangkit, Tarik juga ulur, tentu semua
karena rahasia juga belum terungkap ttg siapa aku di matanya. Lebih samar dari
apapun.
Ku akui klimaksnya selalu asik, tetapi tak bisa ku elak bahwa
rasanya ini semua hanya permainan.
Perasaanku yang mahal kamu anggap apa? Lelucon?
Haha, lucu memang. Aku sendiri tidak jarang menertawakan diri
sendiri.
Tapi ada hal yang belum pernah kalian semua ketahui.
Ttg kata terakhir yang begitu berarti bagi diriku akhir akhir ini.
sepertinya kemugkinan bertahanku semakin sedikit, kenapa?
Karena kenyataannya aku selalu sepihak meminta kalian untuk menetap.
Kalo begitu kenapa tidak aku saja yang pergi?
Pesan tertuju.
mencari?
'mungkin' aku masih dalam dimensi dan ruang yang sama.
Terimakasii telah mengizinkaku mengenalmu, itu akan selalu menjadi
pilihanku.
Tetapi menyesal pernah berada dalam satu cerita yang sama, adalah
pilihanmu.

Comments
Post a Comment