Skip to main content

Cerita lain hari ini.

 


Cerita lain hari ini.

Perkenalkan, perempuan yang bersuara di ruang ini adalah seorang yang masih belum mengenal dirinya sendiri.

Perempuan yang seringnya menangis tanpa menjawab “tidak apa apa” karena bahkan tidak menyadari sejak kapan ia terduduk seperti ini.

Sejauh apapun ia bersembunyi, setinggi apapun Ia mencoba bermimpi.

Dirinya masih hidup di masa lalu, kecewa nya masih bersama dengan tangis haru dirinya yang kecil dahulu.

Tolong, Ajari aku caranya Ikhlas, paman.

Permudah disuarakan dengan prosa, terlalu cantik dinikmati bagai puisi.

Paragraf hari ini, izinkanlah dalam bentuk murni tanpa dinding pembatas Bernama kamuflase.

Lapangan tulis hari ini, terimalah dalam bentuk dirinya sendiri.

 

 


Pegang kuat kuat traumamu, sayang.

Cermin, kata, pejam, dan air mata. Agaknya menjadi pengantar tidur sehari hari.

Laiknya sebuah kisah yang dibacakan para ayah dan ibu sebelum ditinggal sendiri dalam mimpi para balita, fase dewasa ini juga masih dibersamai dengan stori indah bertajuk cemas tiada hentinya.

perempuan ini dalam masanya hidup sendiri, percayakan teman teman yang selalu ada bersamanya, cenderung membuatnya merasa bahwa seluruh manusia justru sedang sama sama menyendiri.

Menangislah, cantik…

Biarkan dirimu berbicara tentang apa yang dirasanya, tentang apa yang harus dilakukannya, juga pelukan seperti apa yang sebenarnya ia butuhkan.

Diujung waktu, ketika air mata terakhirmu jatuh, kau akan paham.

Bahwa untuk meikhlaskan bukan lah dengan melupakannya, tetapi dengan memegangnya kuat kuat dan proses melepaskan perlahan.

Sehingga suatu saat kau mengingat latarnya, bukan lagi perasaan yang sama yang kau temukan, tetapi senyum setelahnya yang akan kau ulangi kemudian.

 

Comments

Popular posts from this blog

perkenalkan kak, namaku putih.

Berada di tengah kerumunan, berdiam diantara lalu lalangnya arus recap. menghampiri salah satu akun, dan bertanya "permisii, ke arah yang benar lewat mana ya?" dia tidak menjawab. mungkin aku terlihat kurang update di matanya. berdiam untuk waktu yang cukup lama, kemudian aku memilih untuk, duduk. adakah salahnya menikmati tahun ini dengan kembali bersyukur tentang seperti apaa pembuka dan penutupnnya terbentuk? adakah perbedaan jika aku tidak berjalan kesana kemari seperti yang org lain lakukan? tahun ini warna warrni seperti biasanya, ada yang kelabu bahkan mendekati hitam, ada yang terlalu cerah tapi bukan putih citranya. terlalu banyak yang warna biru terlihatnya, tetapi untuk penutup yang secantik pelangi membuatku lupa. kembali menghampiri salah satu akun dan bertanya,  "tolong beritahu akuu, siapa yang masihh perlu mengenal warna di kasus ini?'

Alasan yang mendewasakan.

  Alasan yang mendewasakan. Di malam malam yang kita lewati seperti biasanya, bergurau, berbagi cerita, dan mengulang setiap inci yang telah lalu. Semuanya terasa sangat istimewa dan mengesankan, bahkan aku berjanji akan menjadikannya pelindung yang baik. Disaat dimana aku harus memulai cover cerita yang baru, dengan judul yang belum pernah ada sebelumya. Banyak hal didunia ini yang sifatnya masih sangat rahasia. Antara aku dan dia, antara kamu dan kita. Terkadang merasa jadi manusia paling menyesal Ketika masanya terbuka. Dunia imajinasi kita selama ini terlalu tenang dan menyenangkan. Tidaklah ada yang menyadari kalau kita sebenarnya sedang sakit. Temen temen, terimakasii. Untuk setiap penutup dan pembuka di cerita yang berbeda, dengan satu author hebat yang sama. Sekarang aku paham, kenapa seseorang bisa dinobatkan sebagai manusia yang sukses, adalah karena ia pernah berjanji untuk menjadi hebat, untuk menemukan dirinya yang baru, atau mungkin lama tersembunyi. S...

Si paling kejutan!

  Si paling kejutan! hidup ini disajikan dengan porsi yang sangat adil. Terbukti, bahwa sakit yang paling disesali jatuh kepada sekte mengetahui apa yang seharusnya tidak diketahui. Yang seharusnya tidak kulihat, yang seharusnya tidak ku selami, dan yang seharusnya tidak kukenal. Tetapi semuanya terjadi begitu saja tanpa permisi. Entah mau menyalahkan siapa disini, karena memang kenyataannya kita sendiri yang salah, bukan begitu? Atau mungkin, mmg keinginan semesta dalam menutup dan membuka jalan yang lain? Rabb, kumohon… Yang paling tau seberapa besar kekuatanku, yang paling tau seberapa jauh usahaku, adalah engkau ya allah. Tutupi apapun yang seharusnya tidak kuketahui, Dan biarkanlah aku menapaki ekspetasi yang kubuat sendiri. Sekarang aku paham, bahwa dunia ini ada pada posisi terbaik seribu rahasia.   Darimana semua ini berawal? Ada satu tempat, dimana aku merasa bebas berekspresi dan memampukanku untuk menjadi diri sendiri. Aku sangat menikmat...