![]() |
one-sided story!
Yang biasanya diam, ada saatnya ia memilih untuk menjadi Lelah.
Bukan karena cemburu, tapi karena hatinya sudah cukup percaya bahwa perasaan yang ia punya perlahan harus dimaklumi kehadirannya.
aku sebagai seorang yang terlihat diam.
Yang Ketika
bercerita selalu diminta untuk ikhlas.
Yang Ketika
berharap sudah menjadi kebiasaan pendengar untuk menyadarkan ketidakmungkinan.
Pada malam ini,
pukul 00.00
Menulis secara
murni perasaannya. Tanpa ditutupi sedikitpun.
Mengakui
kenakalannya karena telah menyimpan galeri baik. Mengakui kesalahannya karena
mencintai sediam itu. Mengakui keteledorannya dalam berharap.
Percayalah,
semua yang aku lakukan bukan semata berharap keterbalikan takdir atau
menciptakan sakit sama sekali.
aku hanya
menikmati momen sepihak ini, sebelum akhirnya lupa dengan terpaksa.
Sebagai aku yang
sadar, bagaimanapun juga posisiku tidak akan pernah jadi tokoh utama.
Juga sebagai aku yang sadar, bahwa pertemanan selalu lebih penting dari perasaan jatuh dalam
mencintai.
Semoga siapapun
yang pada akhirnya kupercaya, tidak lupa akan janjinya.
Sekali lagi,
maaf. aku hanya menikmati semuanya.
Karena
bagaimanapun, sudah jelas peringatannya bahwa perjalanan
ini hanya akan membuat luka semakin parah.
Sayang, aku tidak pernah percaya. Dan itu murni salahku.

Comments
Post a Comment