E-go!
Sepatah satu dua kata, mengalir asyik dalam
pengutaraan. Biasanya, tidak bagi pendengarnya.
karakteristik mereka yang realistis, dihadapkan dengan mereka yang
sangat ahli dalam menyaring segala rasa.
entah peristiwa apa, yg telah menjadi alasan setiap asa setelahnya
harus direlakan.
Yang Lelah merasa sendirian, yang berharap merasa
dikecewakan, dan yang bercahaya memilih mematikannya. Dengan landas yang tidak
pantas, dgn alasan yg mengganggu.
Allah, semakin aku mengenali diriku yang tidak mampu.
Semakin aku meyakini diriku yang lemah. Bukan siapa siapa.
ketika pada akhirnya, “harus apa?” menjadi setiap pembuka dari setiap
keberanian yang menyapa. Mungkin mereka lebih memilih mundur sebelum kecewa.
Itu cerita penutup hari ini, tapi tidak untuk esok
hari.
Karena tidak ada penutup yang lebih indah dari
pembukanya. Sang penulis pasti sadar, manusia memang harus dipancing dengan
rasa penasaran untuk membaca setiap latar yang ditulis.

Comments
Post a Comment